Jumat, 21 Oktober 2011

Al Qur’an dan Injil Bicara Ilmu Pengetahuan - asal mula terbentuknya Bumi


       Al Qur’an dalam salah satu ayatnya menerangkan tentang proses penciptaan bumi atau asal mula terbentuknya bumi tempat kita berpijak ini, dalam kitab-Nya yang agung Allah berfirman :

“ Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS. Al-Anbiya [21] :30)

          Teori terkini membenarkan ayat Al Qur’an yang menerangkan asal mula terbentuknya bumi di atas. Yaitu dari sebuah nebula utama maka terjadilah suatu ledakan besar  “ Big Bang ” yang memisahkan dan melahirkan bintang, planet, asteroid, dan benda langit lainnya yang tak terhitung jumlahnya. Big Bang Theory ini dikemukakan oleh ilmuan Gamow dan Alpher pada tahun 1948, yang diperkirakan terjadi antara 10-20 triliun tahun yang lalu.
Dalam ayat lain diterangkan tentang penciptaan langit dan bumi dalam enam masa seperti ayat di bawah ini :

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam” (QS. Al-A’raf [7] : 54)

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? ” (QS. Yunus [10] : 3)

Arti kata hari sebagai periode tersebut dalam Al Qur’an, yaitu :
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. As-Sajdah [32] : 5)

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (QS. Al-Ma’arij [70] : 4)

Sedangkan injil menjelaskan tentang penciptaan bumi dan langit ini dalam beberapa tahap di kitab Kejadian :
1.        Hari pertama                            :  penciptaan siang dan malam (Kejadian. 1 : 5)
2.       Hari kedua                                 :  penciptaan langit dan bumi (Kejadian. 1 : 8)
3.       Hari ketiga                                 :  penciptaan tumbuh-tumbuhan, daratan dan lautan (Kejadian. 1 : 8-13)
4.      Hari keempat                           :  penciptaan matahari, bulan dan bintang (Kejadian. 1 : 14-19)
5.       Hari kelima                                :  penciptaan ikan dan unggas (Kejadian. 1 : 20-23)
6.      Hari keenam                             :  penciptaan binatang melata dan manusia (Kejadian. 1 : 24-31)
7.       Hari ketujuh                              : Tuhan berhenti dari pekerjaannya (Kejadian. 2 : 1-2)

Akan tetapi sungguh hal ini tidak bisa diterima oleh akal sehat, dikarenakan adanya kontradiktif dengan ilmu pengetahuan. Sebab :
1.        Mungkinkah bisa terjadi siang dan malam tanpa adanya langit dan bumi ?
Karena langit dan bumi baru diciptakan pada hari kedua.
2.       Mungkinkah bisa terjadi siang dan malam tanpa adanya matahari dan bulan ?
Karena matahari dan bulan diciptakan pada hari keempat.
3.       Mungkinkah tumbuhan bisa hidup tanpa adanya sinar matahari ?
Karena dalam berfotosintesis tumbuhan memerlukan sinar matahari, dan matahari baru diciptakan pada hari keempat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar